Pas Aku lihat di depan TV, gak taunya Tante lagi tidur nggeletakan. Mbok Yem buru-buru pergi ke depan buat buka pintu.“Eh, Bu Wida. Jadi kita berdua duduk di lantai, sedangkan bukunya ditaruh di meja tamu, yang gak terlalu tinggi. I love youu!!” Dimas teriak ketahanAku merasakan “punya”nya Dimas menegang, dan kayak ada sentakan-sentakan keras beberapa kali. Aku merasa hanyut dalam cumbuannya. Tapi gpp deh. Kan kamu malem-malem gak boleh minum dingin-dingin dan soda-soda katanya,” tanya Dimas.“Udah deh, Mas santai aja. Berarti “pekerjaan tangan” Aku bisa diteruskan dengan lebih serious. Kayaknya rasa geli-geli enak dan merinding itu nyebar sampai ke tulang punggung dan ubun-ubun gitu. Ganggu acara Aku ajahh.“Ya..gak pa-pa lah Tan..” kata Dimas sambil menghela napas.Kalau udah gini justru Aku yang jadi blingsatan,




















