Maka di kesempatan liburan ini aku berkunjung ke kediaman paman ku yang ada dipinggiran kota Bogor. aku menyuruh dia masuk dan kita pun duduk berdua di sofa ruang tamu. Erny pelan-pelan mulai menggerakan badannya naik turun. Kita bertiga bercakap-cakap sejenak di ruang tamu. Ternyata Erny sudah menunggu didepan kediaman, masih lengkap dengan pakaian pentas dan make up tebalnya. Beberapa kali aku menangkap pandangan Erny yang melirik kepada aku. Erny pun mendesah semakin keras diiringi dengan gerakan pinggulnya yang semakin liar. Tetapi yang paling menarik perhatianku adalah badannya yang sangat montok. Memang sebenarnya dangdut itu bukanlah selera aku, namun apa boleh buat aku juga tak ada kerjaan di tempat ini.




















