Hari itu juga jantungku berdebar. “Terima kasih”“Aku cinta kamu mbak”, kataku.Mbak Dewi menatapku. Bokep korea terbaru Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya.Aku tak menyia-nyiakannya. Ia memakai tshirt ketat. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya.“Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya.Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. Aku mengangguk.Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah. AAHHHH….“Oh wan…wan…mbak keluar lagi”, mbak Dewi mencengkram punggungku. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Tercium bau harum parfumnya.“Kamu sudah punya pacar Wan?”, tanya mbak Dewi.“Nggak punya mbak”“Koq bisa nggak punya, emang nggak ada




















