Duduknya sangat sopan, jadi tidak satupun celah untuk melihat ‘perangkatnya’. Ia dan aku saling melepas dengan berat hati. Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan mendapat respon yang baik. Penny’ku, yang secara tidak sengaja mulai bangun. Anak satu-satunyapun menurutnya adalah anakku, karena suaminya mandul. Dengan sedikit mengintip, Lia berkali-kali melirik kearah celana dalamku, yang didalamnya terdapat ‘Mr. Dengan tersenyum gembira aku panggil dia dan kuminta untuk berhenti melakukan aktivitasnya sebentar. Namun sedikit demi sedikit ‘Mr. Baru pagi ini aku perhatikan pembantuku ini, not bad at all.Karena aku selalu tidur hanya dengan bercelana dalam, maka aku pikir akan ganggu dia. Penny’ku, yang secara tidak sengaja mulai bangun.




















