Karena aku masih belum keluar, maka kembali aku menggerakkan pinggul Lia keatas kebawah, dan juga mempercepat gerakan penisku didalam vaginanya. Kamu nih maen remas-remas aja. Ia menggerakkan payudaranya sekaligus melumat kemaluanku. Aku tersenyum dan menunduk sebentar. Mengulum-ngulum penisku dengan bibirnya, atau dimasukkan kedalam mulutnya, dihisap dalam sehingga membuat tubuhku terasa melayang. Tampaknya Lia sedang menikmati saat-saat puncaknya, terdengar nafasnya masih tersengal-sengal, ia mencium bibirku, “Shhhh…enak banget sayang, Lia gak pernah ngerasain yang kaya gini!”, aku pun membalas ciumannya. Lia pun mulai membuka risleting celanaku dengan tangannya, kubiarkan sejenak ia menikmati melakukan hal tesebut. Gadis itu baik memakai kacamata atau tidak namun wajahnya memang cantik. “Enak banget..pinter kamu ya!”, tapi Lia tidak menjawab, malahan ia mencium bibirku dan berkata “Susul Aku ke toilet, I




















