Mau
nggak ntar malem kamu dateng kerumah?”Hah? Kalo dia lagi cuap-cuap diudara sesuai profesinya sebagai penyiar, selalu saja banyak pendengar pria berbondong-bondong pengen mengudara, minta dilayani suaranya yang empuk, seempuk dadanya, hehehe!Seperti sekarang misalnya. “Ini untukmu Ki, aku pengen kamu pegang dadaku…” gumamnya sambil
berdesah manja. Terus aku cium pipi kiri kanannya. Kembali nafas Rini mengengah, dan dia menyambut
ciumanku dengan menjulurkan lidahnya sedikit. Dan tiba-tiba ia
mendekatkan wajahnya kewajahku dan berbisik,”Aku hari ini ultah. kepalang tanggung. Malah terdengar sedikit erangan erotisnya. kepalang tanggung. lagian kenapa mesti spesial banget begini? Woow! Pas subuh tadi dia udah dateng dengan
penampilannya yang seger dan menawan.




















