Tapi aroma itu telah membuatku rileks dan nyaman.Ketika aku masih termangu melihat keadaan sekeliling, suara Santi yang lembut mengejutkanku.“Ayo atuh A’, jadi pijit ga? Tenang aja A’, yang penting mah Aa’ puas. Kusibakkan bibir itu dengan lidahku dan kurasakan ada tonjolan kecil di atasnya. Hmm, ada aroma khas yang belum pernah kucium selama ini. Sepertinya umurnya sekitar 28-30 tahun. Kuputuskan harus mencari tempat istirahat. Aku pun sedikit terkejut, namun sepertinya dia menanggapinya dengan biasa.“A’, ayo coba balik badan, saya mau mengurut leher dan bagian depan Aa’.” dia memintaku penuh kelembutan.Aku pun segera menurutinya, kubalik badanku sehingga sekarang dalam posisi berbaring. Ah, nyaman sekali rasanya ketika tangan mungil nan halus itu mulai menyapu punggungku dari atas sampai hampir pada bokongku.




















