Ramah kupeluk, kusayang, akhirnya Ramah mengalah memberikan rekamannya.Ramah yang marah akhirnya bisaku redahkan kemarahannya. dia mejawab dengan ramah ” ngga ada, cuman nongkorong doang.” Selanjutnya penulis mengenalkan diri pada gadis cantik tersebut mengaku namanya “Ramah”. Tapi aku ingin mengangkat kisahnya untuk membantu sakit hati Ramah yang selama ini dipendam seperti bara yang sangat merah dan panas. Ramah tidak diterima dilingkungan keluarga lagi bang. Waktu itu Ramah masih duduk di bangku SMA Swasta kelas dua di Medan. Aku sempat kaget tengah malam kegini siapa lagi yang menghubungiku terlintas dalam benak aku. Aku sempat kaget tengah malam kegini siapa lagi yang menghubungiku terlintas dalam benak aku. Aku pasra Roni menciumi aku mulai dari ujung rambut sampai kakiku, dengan penuh rasa sayang dan menikmati keindahan tubuhku.Aku




















