Juragan cuma bisa nonton dan mengagumi dari jauh tiap kali si penari itu mentas.Kata Juragan, saya mirip penari itu. Hari itu saya berangkat ngamen, berusaha cari uang buat hidup.Sialnya, hari itu pasar agak sepi, dan sesudah dua jam saya baru dapat Rp5000 sesudah menari di pangkalan ojek. Juragan selama ini kesepian, dan kehidupannya cuma ngurus toko beras saja.Saya jadi kasihan sama Juragan, ternyata beliau sendirian juga seperti saya. Aduhhh biyung. Kalau saja nggak ketutupan bedak, mungkin sudah kelihatan muka saya berubah merah seperti cabe.Juragan ketawa, badannya yang gendut itu sampai terguncangguncang. Dan aduh, nikmat! Beda sekali rasanya dengan cium pipi atau cium tangan, rasanya hangat, geli Saya kurang suka bau mulut Juragan, jijik dengan lidahnya yang basah, tapi saya merasa nggak mau melawan,




















