Terus terang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan milik suamiku. Rushh Jo..” bibirku tak henti-hentinya berdecap menahan kenikmatan yang mulai naik ke ubun-ubunku.Aku yang tadinya berkata jangan, sekarang meminta Parjo untuk terus! Ini aku Edy! Ia juga berjanji tidak akan menggangguku bila aku sedang di rumah atau sedang bersama suamiku. Aku sempat melirik batang kontol Parjo yang begitu basah dan licin mengkilat karena hasil orgasmeku tadi. Aku menjadi lupa diri saat itu. Aku hanya mengangguk saja saat ia meminta maaf untuk yang kedua kalinya.Aku merapikan pakaianku dan kembali ke ruanganku dengan langkah gontai akibat kelelahan setelah bersetubuh sambil berdiri tadi.




















