Darah seketika muncrat ke mana-mana. Bokep Cina Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Aku kini mulai bingung. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Itu cuma dugaanku. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Atau seorang lelaki berjaket jins yang memayungi seorang perempuan yang jelas-jelas memakai jas hujan.




















