(Bangunan yang dipakai sebagai kamar kerja Pak Hendrik dan saya terpisah dengan bangunan untuk ruang kerja stafnya).Wajah saya memang cantik. Pokoknya ada uang kemaluan saya terhidang, tak ada uang silakan hengkang. Saya akan menuruti apa saja yang diminta oleh pelanggan (customer) selama hal itu tidak merusak atau menyakiti tubuh saya atau tubuh pelanggan. Saya tidak mau tahu soal sewa kamar, minum, makan malam dan sebagainya. Kemudian naik ke betis, yang kiri kemudian yang kanan.“Dasternya ditarik ke atas saja Dik Mul”, kata saya waktu dia mulai memijat bokong.Saya sengaja memancing nafsu seksnya sedikit demi sedikit. Saya seorang pelacur profesional.




















