Kenapa perempuan paruh baya itu membuatku gila”, pikirku tak habis-habisnyaUmurnya terpaut sangat jauh denganku, aku baru 18 tahun , dua puluh lima tahun dibawahnya Ah, mengapa harus kupikirkan, persetan ah yang penting bagaimana caranya aku dapat menikmati tubuh montoknya. Atau kupingku yang salah dengar? Bokep Aku lupa sekolah , ampuun gimana nih”,Sejenak aku berpikir dan segera kutelepon Tante Fifi“Selamat pagi?”, suara operator
“Ya Pagi , Bu Fifi ada?”
“Dari siapa, pak?”
“Bilang dari Sonny, anaknya ”
“Oh Mas sonny”
“Huh dasar sok akrab”, umpatku dalam hati
“Saya, Tante ”
“Eh kamu sayang , gimana? Pacar?”, tanyanya
“Nggak ah tante”, dadaku berdesir sesaat pandangan mataku tertuju pada belahan dadanyaWow serasa hendak jebol celana yang kupakai oleh desakan penisku yang memberontak tegang.




















