“Sekarang saya mau cobain punya Non, boleh yah?” kembali kuanggukkan kepalaku sambil tersenyum lemas. ”Ayo, Pak… ayo semprot… di dalem juga ga apa-apa…ahhh!!” ceracau Eva dengan suara bergetar, “hamil dari bapak juga gapapa!”
Wew, gila juga si Eva ini, di balik penampilan sehari-harinya yang sopan itu ternyata ia memendam gairah yang tinggi, apakah suaminya kurang dapat memuaskannya atau bagaimana sampai ia seperti ini? Aaahhh…leganya, aku menggeliatkan tubuh setelah merapikan dokumen dan barang-barangku di meja kerja. Kini, bersama kami melangkah menghadapi hari depan dan mengajarkan pada anak-anak kami agar tidak mengalami kesalahan seperti yang dilakukan orang tuanya. Mereka begitu larutnya dalam hawa nafsu sampai tak sadar sedang kuintip.




















