Banyak penonton yang hadir saat itu. Tubuhnya memang kekar dan kulitnya memang agak hitam. Akupun tak tinggal diam. Lima menit kemudian aku menyepongnya dan dia mengelus-elus rambutku.“enak Han…” desahnyaAku tak sadar betapa gilanya permainanku dengannya. Maklum lah seorang dalang pasti memiliki banyak kegiatan baik rohani maupun jasmani.Sekitar pukul 8 malam pagelaran wayang pun dimulai. Kami sengaja mengundang ki dalang ***** ( sebut saja ki Jaya ). Tiba-tiba tanganku sakit mungkin karena pegal memijit Ki Jya.“kenapa Han?” tanyanya“nggak ini pak, tangan Hana agak sakit” jawabku“coba bapak lihat” jawabnya sambil meraih tanganku.Dia mengusap dan memijit pelan tanganku namun penuh arti. Lakonnya pada saat itu berjudul Bambang Gundayitma. Seketika aku terbaring dan tangan Ki Jaya memegangi kakiku dan berkata
“Han kan aku dibayar murah sama suami kamu,




















