Akhirnya aku berdiri dan pindah ke sebelah bangkunya.“Boleh aku duduk disini?”Dengan anggukan halus dipersilakannya aku duduk.Obrolanku mulai mengalir bagai air dan dijawab dengan sedikit sekali informasi darinya. Setelah makanan aku habiskan, aku mulai merokok. Dengan merah padam dan terheran-heran Ayu mulai bicara dan menceritakan apa yang sedang dialami dan itu pun persis dengan hasil analisaku tentang dirinya. Tapi dari gerak tubuhnya menandakan ingin diperhatikan. Selang beberapa waktu aku terapi batinnya. Pantatnya semakin menggoyang maju mundur tanpa kusadari badannya berbalik dan memelukku erat-erat. Kami ngobrol ngalor ngidul, lalu sempat aku makan siang. Aku hisap puting sebelah kiri sehingga mengeras dan kemerahan. Tatapan mataku menerawang jauh, dan tiba-tiba bertemu mata dengan wanita yang duduk di sebelahku tadi.




















