Cemburukah dia? Bokep SMA Dilain pihak, aku juga menyayangi Evi. Bumbu-bumbu cemburu pun mulai dikenalkan Tia pada ku.Setiap aku berhubungan dengan temanku yang lain, Tia pasti marah-marah tanpa alasan yang jelas. Akhirnya Evi menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi hangat. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Oh my God … perasaan apa ini. Bilapun setiap saat kami bertemu pandang, Evi langsung cepat-cepat menghidari pandangan mataku.Maafkan aku Evi…aku begitu menikmati hari-hari sepiku bersama Tia, juga bersama kamu. Tia memeluk erat tubuhku dari belakang, sambil bibirnya sesekali ditempelkan diarea sensitifku, di belakang telinga dan payudaranya yang kenyal menempel lembut dipunggungku, membuat darahku naik sampai di kepala.Terdengar bisikan suaranya yang manja “Terasa ngga ?”.




















