Setelah ibu majikanku melarangku bersuara agak keras, ia lalu
berbisik.“Punggungku juga Nif, biar aku bisa tidur nyenyak”. Mau khan?” katanya berbisik. Selama kami menyantap makanan di atas meja itu, kami tidak pernah
bicara sama sekali. “Memijit kepala dan punggungku sebelum aku tidur, karena
mataku tak bisa tertidur sebelum dipijit” katanya sambil sedikit senyum. Ternyata nikmat juga rasanya menyentuh benda
kenyal dan hangat, apalagi milik majikanku. Ia sesekali mengintip aku sambil
memegang korannya. decukk. Sedangkan anak kimcil
majikanku masih terlihat belajar di kamarnya dengan pintu kamar yang terbuka
lebar. “Kamu tinggal di Kota Bone atau desanya?” tanyanya lagi
serius.“Di kampung jauh dari kota Pak” jawabku lagi. Aku tunggu saja perintahnya lebih lanjut.Setelah terdengar pintu kamar anak kimcil majikanku itu
tertutup dan terkunci rapat sebagai tanda ia sudah mau tidur, maka terdengar
pula pintu kamar




















