“Asyik, makasih Mas!” katanya. Aku mulai membuka kaos yang sedang dipakainya, dan terlihat dadanya yang bidang, kulitnya yang putih bersih. Bokep Tobrut Kalian nggak usah macem-macem deh.”
“Mmm.. “DJ, kamu di dalam?” kataku. “Nggak kok Mas Den, nggak pa-pa”, jawabnya sambil menunduk. “Asyik, makasih Mas!” katanya. Sesekali dia menyentuh kemaluannya. Aku duduk di sebelah Aryo, sambil kuelus punggungnya. “Soalnya saya juga mau”, kataku tanpa rasa dosa, lalu kami bertiga tertawa keras-keras. “Lho, apa hubungannya dengan saya?” tanya Aryo. Aku dan Aryo mengantarnya hingga ke Stasiun Tugu. Kata DJ tiga film yang kupinjam bagus-bagus. “Mendingan kamu beresin semua yang aneh-aneh, soalnya saya nggak sendirian!” kataku sambil tetap di depan pintu kamar DJ yang tertutup.




















