Diremasnya dengan keras kedua payudara renata secara kasar dan bergantian.Bahkan sesekali tangan deva masuk kedalam kaos yang renata kenakan dan puting payudaranya ditarik hingga renata menjerit menahan sakit. Disana mereka telah ditunggu oleh dua orang karyawan tv tersebut.“mas deva, semua udah kumpul di lantai 2 mas” kata seorang karyawan stasiun tv itu“yaudah ayo kesana, maaf ya telat, macet bangeet soalnya” kata deva“iya mas ayo ke atas” kata karyawan ituDi dalam ruangan sudah ada lebih dari sepuluh orang yang menjadi satu tim sebuah program tv. Kapan lu chat gue?” kata deva“liat tuh hape lu” kata renataDeva mengambil smartphonenya yang ada di dalam tas kecil miliknya. Ia benar – benar menyiapkan semua keperluan yang digunakan selama di villa nanti.“hmmm sepertinya ada yang kurang,, tapi apa




















