Hanya bermodal undangan di email yang kuterima 2 hari sebelumnya aku datang dan ikut bergabung. Selesai perayaan, di saat aku mengambil minum dia pun mendekati aku.“Hi, anak baru yah? Beberapa temen wanita yang sudah kukenal menyambutku dengan senang, sambil menarik tanganku agar aku duduk di sebelah mereka. Kenapa hanya orang lain yang boleh merasakan itu semua?Pesta valentine kali ini meriah sekali, dengan sebuah perayaan sederhana dan acara parodi yang lucu aku merayakan bersama dengan teman-teman. Selama perayaan itu aku merasa mimpi. Aku terhempas di kehidupanku yang lalu, tetesan air mata semakin beralasan. Arry telah menjadi sebuah cerita di hatiku, sebuah cerita pendek yang menorehkan rasa sesal yang mengakar. Aku tidak menuntut banyak dari seorang Arry, bahkan ketika aku menceritakan semua yang kualami aku




















