Kebetulan aku yang mengangkatnya. Rasanya seperti di neraka. Namun tentu saja aku tidak dapat makan seperti orang biasa. Penisku pun mengeras. Satu tetesan pertama mendarat tepat di atas putingku yang terjepit oleh jepitan buaya. Rasanya sakit sekali. Di sana terdapat sebuah tiang melengkung berbentuk huruf U terbalik yang lebih tinggi dariku. Satu tetesan pertama mendarat tepat di atas putingku yang terjepit oleh jepitan buaya. Aku tidak berdaya.Selang beberapa menit, aku pun kembali tenang. Selain ikatan tubuhku semakin kuat, aku juga telah banyak kehilangan tenaga.Dalam keadaan seperti ini, kedua kakiku dalam keadaan mengangkang ke atas dan pantatku pun tepat berhadapan dengan Nyonya Hana. Saat itu aku sudah mulai ketakutan.“Ampun, Nyonya.., ampun. Satu tetesan pertama mendarat tepat di atas putingku yang terjepit oleh jepitan buaya.




















