Kupikir itu Vivi, jadi kuterima ciuman itu. Mantan-mantanku pun pernah kucium tangannya. Hanya aku yg sedikit meringis keenakan karena Vivi sedang sibuk melayani kont0lku itu. Sesekali kupijit-pijit kecil pentilnya itu. Lalu ku minta dia untuk berbalik badan. Aku sebagai kepala keluarga sewajibnya mencari nafkah, dan isteriku menjaga rumah.Suatu hari, aku pulang kerja jam 6 sore. Di luar studio ternyata kami ditunggu oleh Santi dan pacarnya.“heh! “aku mau nunjukkin ke jablay itu kalau kita lebih hebat’’ Santi jawab kembali.Aku kaget bukan main dengar kata-katanya. Isteriku bertanya kepadaku dgn manja.“Bolehkah kita melakukan hal tersebut bersamanya seperti waktu itu? Mengulum biji zakarku. Aku benar-benar tercengang.




















