Joko terlihat menelan air liurnya melihat toketku yang montok.Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Otomatis aku mengangkangkan pahaku sehingga dia mudah mengakses nonokku lebih lanjut. Belum habis semburannya, dia menarik keluar kontolnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku.Kuseka wajahku dengan tanganku. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya.“Nes, toketnya gede juga ya.. Dia menggesek2kan kepala kontolnya di bibir nonokku, lalu dienjotkan masuk,
“Jok , enak”, erangku.Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kontolnya nancep semua di nonokku. Saat itu mendadak pintu pager terbuka dan Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil.“Jok, mau ikutan gak”, tanya om Andi sambil tersenyum.“Kita makan dulu ya”.




















