“Iiiih… punya Bapak kok panjang gede gitu… Hmmm… si ibu pasti selalu puas ya…”, desisnya. Setelah saya selesai, saya mencari sopirku, dan setelah saya panggil istriku yang menjawab, kalau sopirku pagi tadi ijin untuk mengantar istrinya kerumah sakit. Tidak lama kemudian dia memeluk leherku kuat-kuat, seperti hendak meremukkannya. Sementara hatiku berkata,
“Gara-gara sopirku gak masuk pula, saya jadi punya kisah seperti ini. Saya pun dengan tidak sabar menyingkapkan baju lengan panjangnya. Ibu Sela ini sering sekali bekerja bersama saya, karena sudah lama selalu bekerja bersama, kami pun sudah akrab dan sering bercanda. “Mungkin kalau dengan pasangan kita sendiri sudah terlalu biasa, nggak ada yang aneh lagi. Lalu pindah duduk ke belakang setir lagi.




















