Karena seringnya si Willy di rumah, aku dan adik-adikku jadi akrab dengan dia. Umurnya hanya lebih tua dua tahun dariku. Dan selama rentang waktu itu, aku jadi pengamat selangkangan Willy jadinya. Iya,” sahutku sambil mengangguk. “memang lo enggak bisa liat, gue lagi ngapain,” jawabku cuek. “Gila lo,” kata Mimi. Aku langsung ke dapur, ingin ngambil minuman dari lemari es. Papa suka rese. Selama ini kupikir kontolku sudah paling gede. Enak banget Will,” katanya dengan suara mendesis. Aku ingin berenang pagi-pagi di kolam renang yang ada di halaman belakang rumahku. Huh, menyebalkan aja Papaku itu. Ambil penggarisan deh, liat dari titik senti sampai 28 senti, panjang banget kan ukuran segitu. Jelas-jelas aku cowok straight.




















