Aku yakin dia juga ingin cepat-cepat menyudahi ini.Sedari tadi dia juga memandangi jam dinding, mungkin dia khawatir akan pulang kemalaman. Aku tidak sabar kembali melihat tubuh mulus Minoru, aku bergerak maju agar dapat menyorot lebih jelas.Tubuh mungil gadis Jepang ini sangat mempesonaku, kulihat jelas semua lekuk tubuhnya. Lalu dia mulai bercerita. Dia mulai menari seirama dengan lagi yang ku putar.“Heavy Rotation”, lagu AKB48 itu menjadi pengiring tarian Minoru. Tidak mau menunggu lama hingga lagu habis, Zenit ikut memaksanya, ”Woi, dengar tuh apa yang dia suruh!!!”, teriaknya sambil mendekati meja dan mengambil handycam.Minoru dengan sangat terpaksa membuka pakaiannya sedikit demi sedikit.




















