dan dalam suasana itu Pak Rahmat dapat merasakan kehangatan dan sentuhan dada Andini dengan nyata. Andini menempati salah satu rumah milik kepala desa yang bernama Pak Rahmat. Andini saat itu tidak tahu apa-apa lagi. Andini adalah seorang gadis yang masih berumur 22 tahun merupakan mahasiswi kedokteran yang memiliki kemampuan yang dapat dibanggakan, sehingga tdk heran ia dalam waktu yang singkat telah menamatkan kuliahnya. Pak Rahmat amat disegani dan ia termasuk orang kaya didesa itu. Perjalanan dari kotanya memakan waktu selama 1 hari perjalanan ditambah jalan yang amat rusak dan setapak. Orang tua dan tunangannya sangat keberatan jika Andini melaksanakan ptt di daerah itu, selain jauh dari kotanya, daerah tersebut masih terbelakang.




















