Dia teman nakalku, aku kerap diajak clubbing dan jalan-jalan dengannya. Aku pun kembali ke depan pintu itu,
“cari siapa mbak?” ucap pria separuh baya itu.“hmmmm,,ini pak saya mau menawarkan kosmetik, ibunya ada pak?”
“oohh…ya silahkan masuk….” Pria itu memandangiku dengan tajam. Uang saku selalu aja minta lebih, ada saja yang harus dibayarkan. Orangtuaku tidak pernah tau kost temanku, Kristin namanya. Aku segera memutuskan untuk pergi dari rumah dengan membawa beberapa bajuku. Sekian… Keringat bercucuran membasahi tubuhku, rasanya sudah memuncak. Aku pun setuju dengan tawaran Kristin, yang penting aku dapat uang. Bahkan aku seharusnya semester akhir masih saja duduk di semester 3.Keluarga marah besar denganku, semua orang memaki ku. Bahkan aku seharusnya semester akhir masih saja duduk di semester 3.Keluarga marah besar denganku, semua orang memaki




















