Kaliini tante Ani melepaskan BH-nya dan serentakjatungku ingin copot. Danmemang benar,aku jadi tertidur sampe sampaijam sudah menunjukkan pukul 7 lewat. Aku hanya dudukbermalas-malasan di sofa ruang tamu sambilnonton acara TV. Tante Ani membawa kacang menteasin,segelas wine merah,dan 1 gelas HennessyV.S.O.P on rock (pake es batu). Alasan aku ditinggal mereka karenaaku masih harus sekolah.Ibu sering mengundang teman-teman lamanyabermain di rumah. Aku perlahan-lahanmenciumi leher tante Ani,dan oh my,wangibetul leher tante Ani. Anehnya aku tidakmerasa jijik sama sekali,malah senangdibuatnya. Kinimemek tante Ani mulai basah dan licin.“Bernasss … kamu yah … aaahhhh … kok beraniama tante?” tanya tante Ani terengah-engah.“Kan tante yang suruh tangan Bernas ke sini?”jawabku.“Masa sihhh … tante lupa … aahhh Bernasss …Bernasss … kamu kok nakal?” tanya tante Anilagi.“Nakal tapi tante bakal suka kan?”




















