Ia mulai berdiri menjaga sedikit jarak agar aku bisa melihat semua dengan jelas.Sebetulnya kalo dipikir-pikir saat itu ia melakukannya dengan cepat, kok.. Kontolku sudah terlalu lemas sehingga tidak dapat bertahan lebih lama dalam liang memeknya.. pake brosur aja ya?”
Aku tersenyum dan mengambil juga brosur yang ia tawarkan.“Wow, ni mobil keren juga, nih..” aku sampai bersiul terkagum-kagum pada barang dagangannya.. Badanku rasanya pelan-pelan terbakar oleh perasaan geli-geli yang menjalar yang dingin..Lalu ia semakin mempercepat gerakannya. Dan akhirmya ia memenuhi keinginanku.. untung dia ngomongnya ngga kenceng. sedang perutnya menempel pada dadaku..Oh, aku tentu saja balas memeluknya.. Sama seorang sales promotion girl bernama Marlena.Ceritanya, siang-siang pulang sekolah kami iseng pengen tau seperti apa sih yang namanya Pameran Produk Indonesia (PPI) di silang Monas.




















