“Saya kan dapat lagi ya Tante”, tanyaku menggoda. Segalanya indah. Bokeb Saya tancapkan terus. Dan sebentar kemudian Tante kembali membawa gelas berisi air putih.Dan kami duduk bersisian di pinggir ranjang. Tante Ratih tampaknya gembira aku datang. Angin juga semakin kencang dan hujan makin deras sehingga rumah itu seperti bergoyang. Dia sodorkan juga gundar gigi baru dan odol. Karena itu pelan-pelan aku turun dari ranjang terus ke kamar mandi.Aku sedang membasuh muka dan kumur-kumur sewaktu Tante Ratih mengetok pintu kamar mandi. Tante Ratih ini, dia takut sekali sama setan, tapi anehnya suka nonton film setan di televisi hehehe …. “Lain kali jangan terlampau tergesa-gesa dong sayang”, katanya masih tersenyum. Kulihat di meja makan terhidang roti mentega dengan botol madu lebah Australia disampingnya dan semangkok besar




















