aku tidak peduli. Memejamkan mata.Lama sekali. “Maaf, apa boleh tukeran sama suami saya? berdenyut-denyut ga karuan. Bulu-bulu halus di sekitarnya. Aku segera menutup mataku, pura-pura tidur. Aku mulai tidak sabar. Sensasinya benar-benar luar biasa. Merasakan bentuknya. 4 hari sebelum pernikahanku. Aku jengkel banget.Hujan mulai turun. SEkarang aku sedikit meremasnya. Tanganku berubah posisi, mengelus pahanya yang tertutup kain jeans. Yup, susah sekali. aku merabanya. Tidurku pasti nyenyak malam ini. Tidak nyaman memang. Mungkin warnanya hitam. Tangannya sangat perlahan mengelus kakiku dari mulai pangkal paha sampai atas lutut. Pasti mereka kekenyangan, dan acara yang paling menyenangkan setelah makan adalah tidur. Tangannya masih tetap mengelus penisku, tapi sungguh, tangan itu tidak mampu membuat aku nikmat terus-menerus.




















