Kudekati mama, kuraih rambutnya dan kutekan hingga membuat mama terpaksa berlutut di hadapanku. Menyadari apa yang akan terjadi membuat mama terkejutJangan di sana Uda, mama mohon.Diam!Jangan sayang, sakit…Namun, semakin mama memohon, semakin kupaksa. Karena sekolahku liburnya sabtu minggu. Namun kuputuskan untuk turun mengendap-endap. Bukannya menjawab aku malah mengangkat tanganku dan menyentuh susunya. Jika saat Uda bangun, mulut mama gak di kontol Uda, akan Uda tampar pipi mama.Mama bisa bangunin kamu cara itu karena ayah kan pergi kerjanya subuh. Detik-detik berganti jadi menit dan menit pun silih berganti hingga aku tertidur.Saat aku terbangun kudengar suara mobil ayah. Aku pun berdiri dan kutatap mama.Sebelum mama beres-beres, isep dulu kontol Uda mah!Bukannya menjawab, mama hanya diam terpaku menatapku.




















