Aku boleh tiduran disini gak ? Sementara aku membersihkan kamarku untuk ditempati Rara dan aku menggelar kasur di ruang tamu untuk tempat aku tidur. “Bolehlah, dari pada gak ada apa-apa” jawabnya sambil tertawa kecil. Bukannya kamu di jakarta ? Semalem aja, aku lagi butuh ditemenin nih” pintanya. Rara mengangguk kecil.“Ya udah, kita tidur. “Belom punya tempat nginep” jawabnya singkat. Aku lepas ciumanku, kemudian aku memandang Rara yang sedang melihatku dengan penuh harap. “Oh gitu” jawabku prihatin.“Masalahnya dia udah ngelamar aku yan, tanggal pernikahan juga udah ditentuin, persiapan juga udah dimulai” lanjut Rara dengan tangisnya yang menjadi. “Ra, pertamanya sakit, tapi entar enak kok” kataku.




















