ranti tidak menjawabnya, ia hanya meram melek menerima sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Film Porno “Lubangnya lebar mbak, mesti ganti ban…”, jawabku. Aku tak bisa lihat Anti bersedih lagi, lagian aku tidak mungkin menikmati percintaan dalam keadaan ini. “Diingat tuh, tar bangkrut kita kalau dihutangin terus…”, kata Syamsul menyindirku. Aku semakin susah mengajak ranti keluar bareng, ibunya selalu melarang, bahkan orang tua nya enggan berbicara denganku. Sehari-hari aku hanya bantu Syamsul di kios kecilnya yang melayani tambal ban dan jual bensin eceran. Tidak lupa sebelum tutup toko, ku sms ranti, ‘Mbak, ini Udin yg td ganti ban motor mbak. “Oh yesss…. Perlu perjuangan perlahan-lahan, aku akhirnya mulai membuka bra yang menutupi dada ranti.




















