“Udah, pake beberapa gelas bir” jawabnya sambil ketawa. Aku dengan mudah meremas pantat bulat itu. Rara cuma tersenyum kecil.“Ra, ngapain kamu ada di Bandung, trus dari sekian banyak orang di bandung kenapa sih kamu minta aku yang jemput ?” tanyaku. Aku mengantarkan Rara kekamar mandi dan menungguinya dari luar, untuk memastikan Rara gak apa-apa.Setelah Rara keluar dari kamar mandi, vaginanya sudah bersih. Tv memang ada di ruang tamuku. Kalau aku berhenti menggesekkan pahaku, maka Rara menggerak-gerakkan sendiri pinggulnya.Tangan kananku kembali meremas pantat Rara. Kadang-kadang aku masukkan lidahku ke mulutnya. “Ada apa Ra ? Aku lepas ciumanku, kemudian aku memandang Rara yang sedang melihatku dengan penuh harap.




















