Selama sepuluh tahun itu ajah sedikit sekali mentjurahkan perhatiannja pada diriku. Tinggal aku dan Sarinem berdua. Bokep Ia masih muda. Hal ini sangat perlu, Aku harus menanda-tangani beberapa surat penting.Sebentar kemudian tuan Hartono sahabat ajah muntjul. Suasana rumah jang dulu sepi kini semakin sepi Kadang aku sering terbayang wadjah Ajah Terlebih-lebih bila aku duduk diudjung medja dikala makan pagi, seakan akan Ajah duduk didepanku sambil memegang koran.Sebulan kemudian Tanteku, Tante Nora datang dari Bandung. Tulisan dalam madjalah mentjeri- lakan tentang anak2 Aku melemparkan madjalah “Selecta” ke atas lantai dan segera bangkit. Tuan Hartono berkata:„Urusan kita sudah semakin madju. Tanteku tidak la tidak punja anak Tante seorang janda. Djalan-djalan tergenang air. Punja kemewahan, rumah bagus, kebun-indah, suasana ■segar dan hidup penuh kemesraanWaniia seusia Tanle Nora




















