rintihnya sambil memelukku lebih erat lagi….Ciumanku turun lagi ke bibirnya dan kali ini dia mulai merespon dan mulai membalas memainkan lidah dan bibirnya. Bokeb eh.. ”Ayolah Na.. Bri.. Aku segera memotong obat perangsang Libidomax-ku dan menuangkannya kedalam gelas dia, mungkin aku menuangkan hampir 1/2 takaran. Tanganku mulai agak jail, kadang mengelus rambutnya dan dia diam saja bahkan seperti seolah memberikan ijin untuk aku berbuat lebih. Dalam mobil kami ngobrol sambil meletakkan tangan di pahanya dan aku minta ijin untuk mampir ke apartment dulu dan dia setuju.Begitu masuk ruang apartment dia, langsung aku memberanikan diri untuk menciumnya.. begitu berulang2. pernah aku mencoba mencampurnya kedalam air putih, ternyata air menjadi hijau dan sedikit ada bau rempah-rempah. Nana tambah mempercepat gerakan dan akhirnya dia juga berteriak.




















