Mbak Ratih tersenyum padaku. Bokep HD Kuangkat wajahnya dan kulayangkan ciumanku ke bibirnya, meski memang tak ada penolakan namun kulihat matanya terpejam erat dan bibirnya dikunci rapat hampir saja membuat emosiku terbakar.Aku tak boleh gegabah, aku mencoba untuk mengendalikan emosiku dengan menarik nafas, kucium keningnya, pipinya, sambil kuusap perlahan punggungnya …“Maafkan Adam ya mbak…” bisikku.Kujilati pipinya, pelipisnya, dagunya hingga tepian bibirnya yang mungil sampai akhirnya bibir mbak Ratih perlahan terbuka meski matanya masih tertutup. Ia mengangkat kepalanya seiring pancaran ayu wajahnya kembali tergambar. Ibu dari dua anak, yang paling besar duduk di kelas 5 SD sedangkan yang kecil masih kelas 2 SD. Aku yang sedang sibuk sibuknya merampungkan kuliahku sedangkan ibuku yang janda dan sudah pensiun mengajar diminta untuk tinggal di luar kota bersama kakak




















