“Selamat siang pak!”. Bokeb Tapi masa bodohlah.Berkali-kali kuusap keringat yang membasahi dahiku. Aku pun bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulutku. “Ada lagi?” tanya dosen itu. Tapi apa peduliku?Tiba-tiba Pak Hr melepaskan diri, lalu ia berdiri di depanku yang masih terduduk di tepi ranjang dengan bagian bawah perutnya persis berada di depan wajahku. Bergegas pula Pak Hr melucuti kaos oblong dan sarungnya. Nafas laki-laki itu demikian memburu.Tak lama kemudian Pak membenamkan kepalanya di situ. “Tau nih, aku mau minta ujian susulan, sudah dua kali aku minta diundur terus, kenapa ya?”. Dunia serasa berputar. “Selamat siang, kamu siapa?”, tanyanya tanpa meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakannya.




















