“Aduh.. Bokep Asia Tentu saja perkiraanku ini di dasari oleh kenyataan, ketika terasa ada sentakan khas, yang sebenarnya membuat suara ranjang berderit, nenek segera mengangkat tangan itu dan mendekatkan ke hidungnya, seperti sedang mencium sesuatu di antara jari telunjuk dan ibu jarinya. “Itu apa Mbak?” tanyaku polos, saat melihat kain kecil tersumpal di dalam kutangnya yang sebelah kanan. Aku tak tahu persis apa yang mereka perbincangkan, tetapi ini adalah kesempatan bagiku, untuk segera mengakhiri rasa sakit di selangkanganku yang terjepit oleh kain celana pendekku sendiri. Dan telapak tanganku makin tak sabar mencoba mengetahui isi di dalamnya. Awalnya hanya ingin tahu saja, apa yang telah di lakukan Nenek, tapi, aku justru terasa makin menderita.




















