Mama Hitam Yang Siap Digoyang

“aku ingin mengecupmu.”
Kutatap ia dengan alis berkerut. Bokep China Kami lalu berkenalan dan berjabat tangan. Aku hendak menarik tubuhku saat ia meraih lenganku. Namun bukannya langsung pulang, di jalan ia memintaku untuk berhenti di Dunkin’s. “Tidak. Mau tidak ? Waktu itu kulihat ia berdiri sendiri di depan pintu lorong yang menghubungkan ballroom dengan dapur. “Shall we dance?” katanya, membuat tawaku berhenti. “Sori,” bisikku sekali lagi. “Arrrgghh.” Aku sudah gelap mata. Ia tertawa lagi. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan enam puluh kilometer perjam. Aku tak punya alamat, tak punya nomor telepon yang bisa kuhubungi untuk mencapainya. Ketika kuhampiri, ia tersenyum padaku.

Mama Hitam Yang Siap Digoyang