Kaki saya menerjang menahan gairah yang melanda. Tulang-tulang terasa mengejang. Dan tidak jarang pula, kami menghabiskannya pada sebuah villa di Tawangmangu.Soal hubungan kami, terutama yang berkaitan dengan ‘malam-malam di ranjang’ juga tidak ada masalah yang berarti. Berkali-kali. Lalu
terus ke bagian pinggang. Usianya mungkin sudah 50 tahun. Iwan orangnya pengertian dan sabar.Karena sama-sama bekerja, otomatis pertemuan kami lebih banyak setelah sepulang atau sebelum berangkat kerja. Terus terang, saya menikmatinya dengan mata terpejam.Bila kemudian, terasa benda bulat hangat yang menusuk-nusuk di antara lipatan pantat, saya hanya
bisa melenguh. Sementara dadanya yang hitam membusung. Sementara ranjang kayu hanya beralaskan kasur yang sudah menipis. Besar dan hitam. Meski, kemudian Pak Bambang juga sering minta duit, saya tidak merasa membeli kepuasan syahwat kepadanya. Kaki saya yang menerjang kemudian digumulnya




















