“AAAAAAAAAARRRGGHHH” teriak kami berbarengan, saat kami *ternyata* orgasme bersamaan “aasshhh..aaa” sambungku lagi, orgasmeku panjang sekali, aku bisa merasakan penis Evan menyemprot berkedut-kedut di dalam vaginaku.Evan melepas jambakannya dan membiarka tubuhku terkulai. Evan hanya terdiam kebingungan.Akhirnya kami sampai di sebuah rumah besar banget dibilangan Cilandak, ga jauh dari Chitos. “Lo yakin Da mau pakai baju itu?” kata Evan berusaha meyakinkan diri, “iya emangnya kenapa..” jawabku cuek.Haha..baju itu sudah tidak lagi menutupi apa-apa, kaos itu berdada V rendah berwarna putih polos, bahannya sangat tipis karena itu kaos untuk latihan, sehingga tidak membuat badan panas. Evan meremasnya lagi, kini aku pura-pura agak tersadar. Aku sampai dipanggil kepala sekolah. Bukannya aku mencoba menutupi tubuhku tapi malah aku pasang posisi menggoda dan pura-pura tertidur.




















