Lalu ia berkata padaku:“Rey! Bokep SMA Kaka… bukan begitu! Mulai hri ini, Mirna nggak mau private lagi sama Kaka… Mirna kecewa sama Kaka!”Mendengar kekecewaan Mirna itu, ku peluk tubuh Mirna dan ku ciumi bibirnya, tetapi Mirna tidak bereaksi melawan, apalagi berteriak. Kaka nggak ada maksud begitu…”“Udah deh! gimana nih? Hal tersebut tentu saja sangat mengejutkanku. Dalam selang waktu itu terjadi percakapan kecil antara aku dan tante Hana.“Silahkan diminum airnya, nak Rey!” kata tante Hana.“Iya, Tante!” jawabku sambil mengambil gelas berisi teh hangat yang ada di depanku.“Sudah semester berapa sekarang?” tanya Tante Hana memulai percakapan.“Sudah semester akhir sih, Tante! Ia malah tersenyum dengan lelehan sperma di bibirnya.















