Setelah itu aku berdiri dengan ke dua lututku. Aduh mau minta “jatah” sama istri sendiri saja susahnya minta ampun. Dia tidak menjawab tetapi mengeluarkan lenguhan nafas panjang, artinya dia nggak puas. Pemasukan dari usaha ini tidak begitu baik, tetapi tetap bersyukur, karena tempatnya aman. “Pasti ngelamunin ya?” tanyanya, sambil mencubit pantatku. “Tetapi menurutku jerawatmu itu karena nafsumu yang nggak tersalurkan, jadi timbul di wajahmu terus sering marah-marah,” kataku. “Ya sudah Ma. Poupss, rasanya mak.. “Ma, aku pingin, nih..” sambil mengusap paha bagian dalamnya, posisinya tidur telungkup. Tanpa komentar kulakukan apa yang dia minta. Setelah modal cukup aku coba lagi diusaha yang sama, hanya beda lokasi (mungkin hong sui yang dulu nggak bagus – pasar ada tetapi nggak aman). Saat kupijat paha bagian dalam




















