Mendengar pertanyaan itu aku langsung pergi meninggalkan kamar mbak ririn dengan perasaan bersalah dan takut mbak ririn marah. Mbak ririnpun duduk di atas tempat tidur dan ia menariku untuk lebih mendekat. “ ahh..mbak bisa aja “ jawabku sambil memandang kearah mbak ririn. Ohhhh indahnya jika terwujud gumanku dalam hati.Karena aku merasa haus aku melangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil segelas air minum, sesampainya didapur aku terkejut karena aku melihat mbak ririn ada disana sedang mengambil air minum juga. “ kalo mbak pilih kamu, kamu mau nggak?” Tanya mbak ririn.Aku terkejut mendengar pertanyaan itu. “ Anto, makasih ya “ katanya
“ makasih apa mbak?” tanyaku
“ kamu udah memberikan kepuasan sama mbak “ katanya
Aku hanya tersenyum.




















