Pantes aja semua saudara sampai datang ke rumah soalnya jarang ketemu. Aku anak kedua dari tiga bersaudara, aku terlahir dari keluarga yang broken home. Setelah aku pikir-pikir sementara aku ikut ibu saja lumayan dapat gaji sendiri. Sore hari ibu membangunkan aku,
“bangun nak..mandi yang bersih pakai baju yang rapi…”“emang mau kemana sih bu…”
“tadi pak Rendra minta tolong sama ibu, kamu disuruh mijit di kamarnya..”“aahhhh…ibuk aja deh..aku capek bu…”
“dia mintanya kamu kok Dinar turuti aja biasanya dikasih uang lebih kan lumayan…”Dengan terpaksa aku harus menuruti permintaan pak Rendra. Perlahan demi perlahan masuk ke dalam,“ooohhh….aaaahhh…pak sakit aaaaakkkhhh….aaaakkkkkhh….”
Selaput keperawananku sudah pecah dan mengeluarkan darah. Dia sudah terbaring di ranjang dengan memakai sarung saja.




















