“Eehhngng…” Ia mendesah ketika lehernya kujilati. Kurasakan sebuah tekanan lembut pada lenganku. Mbak Antik menggamit lenganku dan berkata, “To.. Baru saja kubuka ritsluiting celanaku terdengar pintu belakang rumahnya dibuka. Ia melepas ikat pinggang dan menarik resluiting celanaku.Pantatku kunaikkan dan dengan sekali tarikan, maka celana panjang dan celana dalamku sekaligus sudah terlepas. Aku semakin pusing, bukannya badan bertambah segar nanti malahan pegal yang akan kudapat.Aku ragu dan melirik ke arah pintu, takut kalau ada pelanggan lain yang masuk ke salonnya. Sekarang ini mungkin temanku yang rumahnya di samping ini belum tidur dan menungguku di depan.Kupikir keadaan belum memungkinkan untuk beraksi, namun kutunggu sampai Mbak Antik keluar dari kamar mandi untuk sekedar mengetahui sinyal atau tanda-tanda awal dari gerak tubuh dan sikapnya.




















